Ini Beda ‘Author’ dan ‘Writer’

1
1157
Sumber: hunters-race/Unsplash

Ada pembeda di antara keduanya. Author lebih dekat pada makna ‘penggagas’ atau ‘pencetus ide’. Lihat tulisan saya tentang ‘auctor intellectualis’.

Di dalam bahasa Indonesia, author diterjemahkan menjadi pengarang atau penulis. Namun, dalam bahasa Inggris author jelas berbeda dengan writer. Ada yang mengaitkan author ‘pengarang’ dengan penciptaan karya fiksi, tetapi makna ini tidak sepenuhnya benar. Author juga sebutan untuk para penulis nonfiksi.

Saya menyimpulkan pembeda antara author dan writer dari sisi hasil karya. Author menghasilkan gagasan-gagasan, sedangkan writer menghasilkan tulisan. Author berorientasi pada gagasannya meskipun dianggap tidak propasar, sedangkan writer berorientasi pada karya sesuai dengan keinginan pasar. Karena itu, seorang writer yang terampil menulis menjadikan keterampilannya sebagai jasa.

Seorang author boleh jadi tidak mampu menulis, tetapi kaya dengan ide. Author mungkin saja seorang guru, dosen, pemuka agama, motivator, pelatih/trainer, pejabat, dan politikus. 

Apabila seseorang menciptakan sebuah formula, teori, konsep, atau rumus apa pun yang berpotensi membantu banyak orang, ia layak disebut author–apa pun latar belakang pendidikan dan profesinya.

Author kadang kala memerlukan seorang pendamping yang turut memberi masukan atas gagasannya. Pendamping itu disebut co-author. Dalam karya tulis kredit nama co-author ditempatkan menjadi nama kedua atau nama ketiga.

Terkadang author hanya memerlukan seorang penulis untuk menuliskan gagasan-gagasannya. Penulis tidak perlu ikut campur dalam soal gagasan.

Jika ia tidak ingin penulis mengikutkan namanya dalam kredit karya, penulis itu disebut ghost writer. Namun, jika ia berbaik hati atau berdasarkan kesepakatan, nama penulis tetap dimuat di karya tulis, penulis itu disebut co-writer.

Ada juga author yang sudah berceramah atau menulis banyak artikel ingin gagasannya itu dikumpulkan dan dibukukan. Orang yang mengumpulkannya disebut editor. Editor yang khusus menangani buku kumpulan tulisan (bunga rampai, antologi, dsb.).

***

Semoga jelas perbedaan di antara author, co-author, co-writer, ghost writer, dan editor. Karena itu, di jenama seseorang lebih keren dituliskan sebagai author daripada writer.

Bambang Trim adalah Pendiri dan Direktur Institut Penulis Indonesia. Ia telah berpengalaman lebih dari 25 tahun di dunia penulisan-penerbitan serta telah menulis lebih dari 200 buku. Ia juga menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia dan penggagas sertifikasi penulis dan editor di Indonesia.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.