Kilah Plagiarisme Mencantumkan Daftar Pustaka

0
56
Sumber: Canva Pro

Manistebu.com | Minimnya pemahaman seseorang terhadap plagiarisme menyebabkan tindakan mengutip karya tulis orang lain seolah-olah selesai dengan mencantumkan daftar pustaka (bibliografi). Pencantuman daftar pustaka adalah sebentuk kode etik bagi para penulis yang merasa terinspirasi dari buku yang dibacanya atau menggunakan kutipan dari buku yang dibacanya di dalam teks. Namun, hal ini tak serta merta membebaskan seseorang dari meminta izin yang diperlukan kepada penulis/pemegang hak cipta.

Undang-Undang Hak Cipta kita tidak bersifat kuantitatif perihal pengutipan suatu karya, tetapi disebutkan kualitatif. Jika memang ada bagian yang merupakan hasil karya orang lain dikutip dengan tidak mencantumkan sumbernya, dapat dianggap plagiat. Bagian itu dapat saja berupa gagasan, konsep, atau kata kunci.

Namun, dalam konteks deteksi plagiarisme, apabila suatu karya dominan mengutip sebuah karya tulis, termasuk gagasan atau konsep yang diusung penulis aslinya, tanpa meminta izin penulis atau pemegang hak cipta, karya tersebut dapat terindikasi plagiat. Apalagi, jika sang penulis yang dituding plagiat tidak mampu menunjukkan hasil karya itu murni ciptaannya sendiri–meskipun ia telah mendaftarkan ciptaannya ke Ditjen HKI.

Kasus sengketa hak cipta yang patut menjadi pelajaran adalah antara Arie Indra Manurung melawan Indra Sjuriah tahun 2011 yang lalu. Arie melayangkan gugatan pelanggaran hak cipta atas karya buku berjudul Investasi Cerdas Ala Rencana Emas yang diduga menjiplak karyanya berjudul “Sistem Investasi dan Transaksi Jual Beli Emas/Logam Mulia dengan Menggunakan Media Internet” yang dimuat di situs Goldgram.co.id. Arie telah mendaftarkan karyanya tesebut ke Ditjen HAKI pada 28 Oktober 2010.

Arie memperkarakan Indra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan meminta ia membatalkan pencatatan hak cipta buku tersebut. Buku Investasi Cerdas Ala Rencana Emas sendiri diterbitkan oleh Antam Gold dalam bentuk buku elektronik. Indra berkilah bahwa karya Arie telah dimuat di dalam daftar pustaka sebagai rujukan.

Setelah melalui proses persidangan, PN Jakpus mengabulkan permohonan Arie pada tanggal 1 Maret 2012. PN Jakpus menyatakan karya tulis ‘Investasi Cerdas Ala Rencana Emas’ telah menjiplak isi karya tulis milik Arie berjudul Goldgram. Atas putusan ini, Indra lalu mengajukan kasasi. Akan tetapi, MA menolak kasasi Indra Sjuriah pada tanggal 31 Januari 2013 dan menguatkan putusan PN Jakarta Pusat.

Kilah mencantumkan sumber di daftar pustaka, lalu seorang penulis dapat mengutip dan menggunakan konsep orang lain seolah-olah miliknya sendiri, tidaklah dapat dibenarkan. Ismet Fanany di dalam bukunya Plagiat-Plagiat di MIT (1992) mengungkapkan bahwa menyebutkan sumber saja belumlah membebaskan seseorang dari plagiat. Hal ini menyangkut apa yang diperbuatnya dengan bahan yang didapatnya dari sumber tersebut. Dengan kata lain, persoalan plagiat tidaklah sesederhana dengan menyebutkan atau tidak menyebutkan sumber.

Saya sendiri beberapa waktu lalu pernah menegur penerbit dan penulis yang mengutip artikel saya tanpa mencantumkan nama saya sebagai penulis/pemegang hak cipta. Ia berkilah telah mencantumkan sumber kutipan di daftar pustaka. Namun, sumber internet yang ia kutip berasal dari blog orang lain yang mencantumkan artikel saya dan jelas-jelas mencantumkan nama saya sebagai penulis artikel. Kilahnya tidak dapat saya terima.

Jadi, kesimpulannya mengambil atau menggunakan karya orang lain, lalu menyebutnya di dalam daftar pustaka, tentu tidak serta merta menggugurkan indikasi plagiat. Anda harus tetap berhati-hati dalam hal ini.[]

Bambang Trim adalah Pendiri dan Direktur Institut Penulis Indonesia. Ia telah berpengalaman lebih dari 25 tahun di dunia penulisan-penerbitan serta telah menulis lebih dari 200 buku. Ia juga menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia dan penggagas sertifikasi penulis dan editor di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.