Kreativitas di Tengah Pandemi Corona

0
427
Tangkapan layar FB Watiek Ideo

Manistebu.com | Bagi seorang penulis, saat di rumah saja seperti kala menyebarnya pandemi Covid-19 berarti adalah kreativitas. Begitu pula bagi seorang penulis buku anak, Watiek Ideo. Menggandeng Luluk Nailufar sebagai ilustrator, ia menghasilkan buku cerita bergambar dengan tajuk “Cerita si Korona”.

Buku ini muncul kali pertama dalam versi ‘buku suara’ (audiobook) dilengkapi dengan gambar-gambar yang lucu khas anak-anak. Di kanal Youtube, bahkan juga portal resmi pemerintah tentang Covid-19, buku ini dapat dinikmati pembaca.

Kover Buku Cerita Si Korona karya Watiek Ideo & Luluk Nailufar

Saya jadi ingat malam kemarin, Zafir, putra saya yang berusia enam tahun berkisah tentang anak sehat. Ia mengatakan anak sehat itu yang rajin mencuci tangan dan berhati-hati. Ketika si anak sehat pergi ke pusat perbelanjaan, ia tidak boleh menyentuh pegangan di eskalator dan juga tombol di lift.

Zafir menyerap juga “cerita si Corona” ini sehingga ia coba memahami mengapa harus berdiam di rumah meskipun ada saya berhari-hari bersamanya. Interaksi luar yang kami lakukan hanya ketika membeli sesuatu dari tukang makanan yang lewat di depan rumah.

Sangatlah perlu menginformasikan perihal pandemi seperti Corona alias Covid-19 ini kepada anak-anak. Bagaimana caranya? Tentu dengan bentuk komunikasi yang mudah mereka pahami karena bakal banyak pertanyaan yang menghunjam.

Seperti, apa itu virus? Bagaimana supaya tidak kena virus? Apakah orang sakit kena virus dapat sembuh? Di mana virus tinggal? Dan sederet pertanyaan lain, termasuk soal social distancing.

Watiek menangkap “kebingungan” anak-anak ini. Ia pun berbuat sesuatu dengan kemahirannya.

“Baik pemerintah, orang tua, guru, dan anak-anak pastinya harus bergerak bersama agar virus ini benar-benar terkendalikan bahkan bisa bebas Corona nantinya. Pastinya, untuk memberi info ke anak-anak, harus ada media yang pas dan tidak menakut-nakuti. Pesan utamanya adalah mengenalkan pola hidup bersih dan sehat agar mereka dan keluarganya terlindungi,” jelas Watiek kepada Kumparan.com terkait karyanya.

Buku dalam format 10 halaman ini pun tercipta berkat kolaborasi dengan Luluk, sang ilustrator. Buku ini disebarkan secara gratis sebagai bentuk kepedulian Watiek dan Luluk membantu pengagihan informasi terkait Corona, terutama kepada anak-anak. Orang tua pun terbantu dengan cerita ini.

“Jujur, ini adalah kerja kolaborasi pertama saya dengan Mbak Luluk. Saya sempat melihat dia posting tentang Corona di Instagram. Ketika saya menyampaikan keinginan saya, dia menyambut dengan baik dan mengerjakan 10 halaman ini dalam waktu 2 hari. Kami memiliki spirit yang sama untuk menyebarkan konten tentang korona ini. Jadinya bisa cepet banget selesainya,” terang Watiek terkait kolaborasinya dengan Luluk.

Buku ini kabarnya juga akan dibuat dalam versi bahasa Inggris. Di beranda FB Watiek, tersebut nama Fitri Kurniawan sebagai penerjemah.

Cerita si Korona mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk selebritas dan pemerintah. Karya ini memang bentuk nyata perbuatan yang menginspirasi. Lebih baik berbuat sesuatu di tengah pandemi daripada berkomentar, apalagi berdebat kusir di media sosial tanpa guna.

Minggu pagi, tanggal 22 Maret 2020, Metro TV juga membuat program siaran langsung tentang Cerita di Balik “Cerita si Korona” yang tentu saja bintangnya adalah Watiek Ideo.[]

Bambang Trim adalah Pendiri dan Direktur Institut Penulis Indonesia. Ia telah berpengalaman lebih dari 25 tahun di dunia penulisan-penerbitan serta telah menulis lebih dari 200 buku. Ia juga menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia dan penggagas sertifikasi penulis dan editor di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.